Beberapa Fakta Mengenai Pencalonan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI Baru

Daftargubenurindonesia.web.id – Masa jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang saat ini dijabat oleh Agus Martowardojo akan berakhir. Masa jabatannya berakhir pada Mei 2018.

Lalu, nama Perry Warjiyo akan digadang-gadang menjadi calon tunggal Gubernur BI menggantikan Agus Martowardojo.

Berikut fakta-fakta tentang Perry Warjiyo menuju Pemilihan Gubernur BI,

1. Presiden Ajukan Perry Warjiyo

Presiden Joko Widodo mengajukan nama Perry Warjiyo sebagai calon tunggal gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023.

“Sebagai orang dalam, tentu Perry akan melanjutkan kebijakan-kebijakan BI yang selama ini cukup baik dalam mengelola moneter,” kata Anggota Komisi XI yang membidangi Keuangan dan Perbankan, Muhammad Nur Purnamasidi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/2/2017).

Istana Kepresidenan sudah mengonfirmasi bahwa Presiden Joko Widodo telah mengirim nama calon gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2018-2023 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Jumat 23 Februari 2018.

“Siang tadi pukul 14.00 WIB diterima oleh DPR,” kata Juru Bicaa Kepresidenan Johan Budi saat dihubungi Antara.

Namun Johan belum bisa menjelaskan berapa dan siapa nama calon yang diajukan Jokowi untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

2. Calon Gubernur BI Harus Berani

Perry Warjiyo dinilai sebagai calon Gubernur Bank Indonesia yang berpengalaman dan mumpuni, namun diragukan dapat membuat kebijakan moneter yang berani dan signifikan di tengah kondisi pengetatan moneter perekonomian global.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira saat mengatakan Perry merupakan sosok internal bank sentral yang berpengalaman, sehingga mampu meningkatkan soliditas di tubuh otoritas moneter.

Namun, Perry dikhawatirkan kurang membuat gebrakan dalam menjawab tantangan global, sehingga membuat BI berada dalam status quo.

“Padahal tahun 2018 era bunga murah sudah berakhir. Berbagai bank sentral mulai dari Fed hingga European Central Bank berniat melakukan pengetatan moneter,” kata Bhima.

3. Perry Warjiyo yang Selalu Ada Saat Masa Krisis

Kepala Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menilai, Perry adalah sosok yang paham betul tugas dan fungsi BI. Sebab, dari awal kariernya Perry dimulai di BI.

“Pak Perry ini orang ‘BI banget’ dia selalu ada di krisis dan lain-lain. Kita tak perlu meragukan kesiapan Pak Perry menjadi Gubernur BI,” ujar dia di Padang.

Menurutnya, tidak masalah jika Presiden mengajukan calon tunggal ke parlemen. Terlebih calon tunggal yang diajukan presiden memiliki kemampuan dan kompetensi di kebijakan Moneter.

Baca Juga : Beberapa Fakta Unik Emil Dardak yang Tak Banyak Orang Tahu

4. Kelebihan Perry Warjiyo Menurut Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini penunjukan Mantan Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI itu lantaran memiliki kualitas yang mumpuni untuk menggantikan Agus Martowardojo yang masa jabatannya habis pada Mei 2018.

“Saya kira penguasaan Pak Perry Warjiyo tidak perlu diragukan,” kata Jokowi di Kawasan Industri Delta Silikon 3, Lippo Cikarang, Desa Cicau, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Jokowi menjelaskan, bahwa penunjukan Perry juga melihat beberapa aspek, di antaranya rekam jejak, pengalaman serta prestasinya selama ini. Sebab itu, Kepala Negara menilai Perry merupakan sosok yang tepat untuk memimpin BI.

“Saya kira beliau adalah deputi paling senior, sudah mengertilah mengenai moneter, inflasi, mengenai kebijakan-kebijakan di BI, bank sentral kita,” jelasnya.

5. Respon Agus Martowardojo terhadap Perry Warjiyo

Agus Martowardojo yang ditemui dalam acara High-Level International Conference di Hotel Fairmont, Jakarta enggan memberikan komentar lebih jauh.

“Belum ada (calon) resmi diumumkan, jadi saya belum mau komentar,” ungkap Agus.

Bahkan mengenai Presiden yang sudah menyatakan secara resmi pagi tadi saat kunjungan ke Pabrik Industri, Cikarang. Dia menyatakan, pihaknya belum membaca surat keputusan Presiden mengenai Perry sebagai calon tunggal pengganti dirinya.

“Belum, belum ada. Kita kan belum tahu, belum dibuka, nanti kita kasih kalau sudah dibuka,” jelasnya.

Agus menyatakan akan menunggu hingga masa sidang ke IV DPR dilakukan. Sehingga saat ini dia enggan berkomentar mengenai nama yang diajukan Presiden sebagai calon Gubernur Bank Indonesia.

“Saya belum bisa menyampaikan, nanti kalau DPR sudah selesai reses nanti surat dari presiden dibuka nanti kita tentu akan menyampaikan, belum bisa disampaikan,” imbuh dia.

6. Sri Mulyani Tidak Ragukan Perry Warjiyo

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui kemampuan Perry yang telah berpengalaman di Bank Indonesia.

Menurutnya, tidak hanya di Indonesia, kemampuan Perry di level internasional tidak perlu diragukan lagi. Dengan demikian, kriterian tersebut sudah layak mendapat kesempatan menjadi Gubernur BI.

“Pak Perry adalah sosok dari BI dia di Deputi Gubernur selama satu term dan dia pernah juga jadi executive director di IMF. Artinya sudah ada kesempatan dan pengalaman yang bisa tingkatkan peranan Gubernur BI yang diperlukan,” ungkap Sri Mulyani saat ditemui dalam acara High Level Conference di Hotel Fairmont, Jakarta.

Sri Mulyani mengatakan, saat ini Indonesia juga terus menghadapi situasi global yang tak menentu terutama dari volatilistas keuangan sehingga perlu menghadapi situasi ekonomi maupun lingkungan global dan regional yang dinamis.

Dalam menghadapi keadaan ini, maka dilakukan oleh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Di mana Perry Warjiyo sudah ikut dalam menghadapi masalah ini.

“Pak Perry selalu ada di situ (KSSK), karena Beliau sudah jalankan banyak peranan penting, karena dalam kita kelola ekonomi di saat menghadapi sutuasi yang makin dinamis maka hubungan institusi ini harus makin erat dan baik,” jelasnya.

7. Pendapat Ketua LPS

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Halim Alamsyah menilai calon Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memiliki keahlian di bidang moneter.

“Pak Perry adalah orang BI. Dia memang keahliannya di bidang moneter dan paham makroprudensial,” kata Halim ditemui usai seminar di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Ia menyebutkan bahwa Perry memiliki pengalaman bekerja sama dengan berbagai instansi, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Tentu saya rasa dengan karakternya yang juga punya integritas, profesional, mendahulukan kepentingan bangsa, dan negara, saya rasa dia cocok memimpin BI,” kata Halim.

8. Harapan Perbanas untuk Perry Warjiyo

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo berharap calon Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo apabila terpilih mampu menjaga keseimbangan instrumen moneter.

“Beliau sudah berpengalaman dan mengetahui bagaimana menjaga instrumen-instrumen moneter untuk stabilitas sekaligus mempunyai daya dorong untuk transmisi ke sektor riil,” kata Tiko, sapaan akrab Kartika, ditemui usai sebuah seminar di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Direktur Utama PT Bank Mandiri itu menilai Perry mempunyai pengalaman yang mumpuni di bidang moneter dan makroprudensial. Menurut dia, Perry perlu menjaga landasan yang telah dibangun oleh Gubernur BI Agus Martowardojo.

9. OJK Tidak Lihat Ada Hambatan dengan Perry Warjiyo

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan Perry adalah orang lama di BI, sehingga sudah merasakan asam garam soal keadaan internal BI maupun pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pak Perry orang lama di Bank Indonesia. Saya rasa akan juga tidak akan mengalami permasalahan dalam bekerjasama dengan OJK,” jelas Wimboh.

Wimboh siap melakukan kerjasama dengan Gubernur BI terpilih dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Ya kita OJK selalu siap untuk melakukan sinergi dengan instansi-instansi lain, kita tentunya harapkan siapa pun nanti gubernur baru (BI) kita bisa meningkatkan sinergi kita dalam rangka memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi di masa mendatang, menjaga stabilitas sistem keuangan,” sambungnya.

10. DPR Akan Uji Kelayakan Perry Warjiyo

Komisi XI DPR mengagendakan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akhir April atau pekan terakhir sebelum reses DPR pada 28 April 2018.

“Kami memainkan psikologi politik. Kalau bisa di akhir (bulan),” kata Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno di Jakarta.

Hendrawan mengatakan, dalam Fraksi PDI Perjuangan seluruh anggota menyatakan suara sama untuk mengawal terpilihnya Perry sebagai calon gubernur BI.

“Fraksi kami jelas posisinya sebagai partai pendukung pemerintah. Kalau sudah diajukan Presiden Joko Widodo, berati sudah melewati proses kajian yang matang,” ujar dia.

Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng mengatakan, pengajuan calon Gubernur BI yang hanya seorang atau tunggal kemungkinan akan menjadi sorotan para anggota Komisi XI. Ditolak atau diterimanya calon Gubernur BI Perry Warjiyo juga akan sangat bergantung dinamika politik di Komisi XI.

Related posts