Gubernur Papua Berencana Melockdown

Gubernur Papua Berencana Melockdown

Gubernur Papua Berencana Melockdown – Demi untuk mencegah segala bentuk penyebaran corona, gubernur Papua berencana untuk melakukan lockdown sementara. Gubernur Lukas Enembe meminta warga Papua untuk menyiapkan diri terhadap upaya pengetatan pergerakan manusia pada Agustus 2021 mendatang. Rencananya Lukas akan membuat Surat Edaran untuk menutup akses keluar dan masuk baik jalur penerbangan dan laut.

Papua hingga kini bukan area yang masuk ke dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Aturan yang diberlakukan di sana adalah PPKM Mikro. Meski begitu, kondisi fasilitas kesehatan juga nyaris kolaps karena banyak pasien COVID-19 yang dirawat dalam waktu bersamaan. Lalu, bagaimana kasus COVID-19 di Papua sejauh ini?

1. Ada perbedaan data akumulasi angka kematian di pusat dengan Pemda Papua

Meski sering kali dikritik, tetapi perbedaan data dari pemerintah pusat dengan pemda masih tetap terjadi. Satgas Penanganan COVID-19 nasional mencatat angka akumulasi kematian hingga 18 Juli 2021 mencapai 216 orang. Sedangkan, data di Pemda Papua yang dicatat oleh KawalCOVID19 tertulis angka kematian justru melonjak 216 pasien.

Akumulasi kasus COVID-19 berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Nasional mencapai 23.825. Sedangkan, data yang ada di Pemda Papua tertulis 28.486.

Sementara, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, keterisian tempat tidur ICU di rumah sakit di dua kabupaten nyaris sudah 100 persen. Dua kabupaten itu yakni Jayapura dan Sorong.

2. Keberadaan oksigen medis di Papua mulai langka karena melonjaknya pasien COVID-19

Sementara, menurut juru bicara Satgas COVID-19 Papua, dr. Silwanus Sumule, kelangkaan oksigen medis mulai terjadi. Hal itu lantaran permintaan terhadap oksigen medis yang meningkat signifikan akibat semakin banyaknya pasien yang membutuhkan, terutama yang terpapar COVID-19.

“Memang betul, ketersediaan oksigen terbatas. Ada ketidaksesuaian antara supply dan demand. Sebenarnya, produksinya tidak menurun, tapi kebutuhan yang meningkat,” ujar Silwanus ketika dihubungi pada hari ini.

Salah satu kelangkaan oksigen terjadi di RS Provita, salah satu rumah sakit besar di Jayapura. Pihak manajemen, kata Silwanus, sampai harus mengirimkan surat pemberitahuan bahwa oksigen medis di sana segera habis.

“Tapi informasi terakhir, yang di RS Provita sudah diatasi oleh teman teman Polri. Sehingga hari ini sudah ada supply yang memungkinkan untuk kebutuhan rumah sakit itu,” tutur dia lagi.

Baca Juga : Ancaman Gubernur Florida Mengenai Sekolah

3. Individu terkait aktivitas PON XX tetap dibolehkan masuk ke Papua

Meski pintu masuk ke Papua hendak ditutup, tetapi Gubernur Lukas memberi pengecualian bagi individu terkait aktivitas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade (PEPARNAS) XVI Papua. Gubernur Lukas disebut telah mengirimkan surat edaran kepada kepala daerah di bawahnya untuk menjalankan kebijakan-kebijakan yang telah disusun.

“Tujuannya agar persiapan penyelenggaraan PON XX dan PEPARNAS XVI Papua tetap lancar dan lebih jauh lagi dapat menyelamatkan setiap nyawa penduduk di tanah Papua dari ancaman virus COVID-19,” kata Rifai.

Gubernur Lukas juga berpesan kepada semua kepala daerah di Papua agar terus menggenjot vaksinasi COVID-19. Berdasarkan data dari Kemenkes, baru 189.557 warga yang menerima suntikan dosis pertama. Sementara, 142.073 telah diberi dosis kedua. Padahal, Papua memiliki target untuk memberikan vaksinasi keada 3.972.077 warga. Artinya, angka penduduk yang harus divaksinasi masih banyak.

“Maka, Gubernur meminta kepada bupati dan walikota di seluruh Papua agar dapat mengebut vaksinasi demi terciptnya kekebalan kelompok jelang PON XX dan PEPARNAS XVI yang akan diselenggarakan 73 hari lagi,” tutur dia lagi.

Related posts